Entries by kominfo

Kendalikan Penyakit Asma dan Paru, Banjar Latih Petugas Medis

Martapura, Infopublik- Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Projek Hope Indonesia melaksanakn pelatihan bagi petugas medis untuk mengendalikan penyakit asma dan paru. Pelatihan tersebut dilaksakan di Hotel Q Dafam Syariah Banjarbaru, Rabu (18/7).
Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memberikan penyegaran tentang informasi khususnya kepada para tenaga medis, terkait tataletak penyakit asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang menjadi sepuluh besar penyakit yang dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.
Hadir pada acara tersebut Sekda Banjar H Nasrunsyah, yang sekaligus membuka acara tersebut. Juga hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansah, MKes, Direktur Projek Hope Indonesia Susanti, perwakilan Kementrian Kesehatan Dr. Dian Mutia, para Doktor dan para perawat, rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kabupaten Banjar.
Sekda Banjar H Nasrunsyah mewakili Bupati Banjar H Khalillulrahman menyampaikan sangat mengapresiasi dengan diadakannya pengendalian dan pelatian terhadap penyakit asma dan penyakit paru dengan pendekatan praktis kesehatan paru fasilitas ditingkat pertama. Kegiatan ini untuk merealisasikan meningkatkan kesehatan yang merupakan salah satu prioritas pertama dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kabupaten Banjar yang ingi mencapai sejahtera dan barokah.
“ Kita bangga dengan adanya program dari kegiatan ini yang di sponsor ataupun diplopori oleh direktur Projek Hope dan dari Kementrian Kesehatan karena ternyata masihbanyak penderita asma di Indonesia terutama dari hasil kajian didapatkan 4,5 persen penderita di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Dihawatirkan bagi penderita asma ini apabila tidak melakukan pengobatan maka akan menjadi manusia yang tidak produktif. Sekda mengharapkan peserta yang dilatih pada hari ini bisa menjadi doctor dan para medis yang bisa mengobati lebih baik lagi, dan terutama bagi para penyuluh untuk dapat mengajak masyarakat yang menderita sakit asma dapat melakukan pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansah MKes, menjelaskan kegiatan ini adalah salah satu tindaklanjut dari kegitan yang telah dilakukan survei ke sepuluh puskesmas. Berdasarka hasil survei kesehatan rumah tangga tahun 2013 penyakit asma nomor tiga yang menyebabkan kematian sehingga teman-teman dari Projek Hope dan Kementrian Kesehatan sangat antusias dalam melakukan kegiatan penanganan ini.
“Dari data terakhit pada tahun 2016 dan 2017 bahwa penyakit asma di Kabupaten Banjar apabila dipersentasekan mencapai 15% yang mengidap penyakit asma, kalau didiamkan dan kita abaikan permaslahan ini terutama asma ini akan menjadi penting. Sehingga kami sangat berterimakasih kepala Projek Hope dan Kementrian Kesehatan yang telah memberikan pelatihan untuk penyakit asma dan PPOK,” ujarnya.
Direktur Projek Hope Indonesia Susanti menjelaskan, asma adalah penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.
Sedangkan peradangan paru berkembang dalam jangka waktu panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari paru-paru akibat pembengkakan dan lendir atau dahak, sehingga penderitanya sulit bernapas. Sebagian besar pederita PPOK adalah orang-orang yang berusia paruh baya dan perokok. Penderita penyakit ini memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung dan kanker paru-paru.
“Besar harapan kedepan agar dapat bekerja sama dalam menangani penyakit asma terutama untuk Kabupaten Banjar agar dapat menunjukkan kepada kabupaten lain, bahwa penyakit asma apabila ditangani dengan baik akan menjadikan harapan besar bagi Kementrian Kesehatan nantinya” ujarnya.
Kementrian Kesehatan Dr. Dian Mutia, menjelaskan dari hasil studi parmatif yang didapatkan pada bulan Februari – Mei terutama di Kabupaten Banjar di dapatkan dan perlu adanya pelatihan bagi tenaga kesehatan dipuskesma dalam mendiaknosa dan memetapkan dari penyakit asma.

Diakhir acara pembukaan pelatian pengendalian asma dan PPOK dengan pemberian penyerahan bingkisan kepada peserta pelatihan yang diwakili oleh Dr. Rina Puskesmas Gambut dan Sanjaya Karang Intan 2. (mc-kominfo-kab.banjar/Dessy/Dani)

Workshop Optimalisasi Pemanfaatan Air Kabupaten Banjar

Martapura, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar workshop membahas Pendataan, Pemanfaatan Nasional Water and Sanitasion Information Service (Nawasis). Kegiatan ini guna mengoptimalkan pemakaian air serta sanitasi. Acara digelar di Aula Bauntung Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bappelitbang) daerah Kabupaten Banjar, Selasa (17/7). Sekretaris Daerah Banjar H Nasrunsyah menjelaskan, workshop ini untuk mendapatkan daerah percontohan bagi penanganan sanitasi, khususnya jamban terapung yang sudah menjadi tage line Bupati Banjar H Khalilurrahman.
“Kegiatan ini, merupakan perjuangan kita untuk menelaah tempat percontohan penanganan sanitasi khususnya jamban terapung yang sudah menjadi tage line nya bupati. Beliau selalu mempromosikan tentang hentikan jamban terapung dan kembali kepada jamban komunal atau individual,” ujar Nasrunsyah.
Sedangkan Yulianti Erlina, Kasi AMPL Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan Berharap agar kelompok kerja (pokja) yang dibentuk bisa, lebih bagus dan lebih baik lagi dalam mengoptimalkan saniotasi dan pemakaian air.
“Menurut kami, Kabupaten Banjar sudah bagus dan saya salut dengan Kabupaten Banjar yang selalu mendapat fasilitas dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Workshop juga diisi dengan penyampaian materi tentang Paket Kebijakan Kabupaten Banjar dalam penuntasan akses air limbah menyeluruh dan berkelanjutan, diskusi dan tanya jawab seputar sanitasi dan pemanfaatan air. Tampak hadir perwakilan dari Bappelitbangda Kabupaten Banjar, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan Yulianti Erlina serta tamu undangan lainnya. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/reva/dani)

Banjar Kampanyekan Imunisasi MR

Martapura, InfoPublik – Sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar membubuhkan tanda tangan, pada sebuah back drop putih, sebagai tanda mendukung pelaksanaan imunisasi measles rubella (MR) atau penyakit campak rubella di Kabupaten Banjar.
Penandatanganan diawali oleh Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, usai memimpin apel kesadaran nasional di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Banjar, Selasa (17/7). Tampak menyaksikan penandatanganan Sekda Banjar H Nasrunsyah, para kepala SKPD serta para aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti apel.
Penandatanganan pernyataan mendukung kampanye imunisasi MR lintas sektor, selanjutnya diikuti oleh Sekda Banjar H Nasrunsyah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Raudathul Wardiyah, para pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Banjar serta para kepala SKPD.
H Saidi Mansyur mengemukakan pentingnya bagi anak-anak untuk mendapatkan imunisasi MR, agar mereka terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Apalagi, imunisasi MR ini merupakan agenda nasional dan diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.
Dia berharap, pelaksanaan kampanye imunisasi campak rubella di Kabupaten Banjar yang dibisa terlaksana dengan baik. “Kita ingin Kabupaten Banjar juga bebas dari penyakit measles rubella ini,” ujar Saidi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Ikhwansyah M.Kes menyampaikan, program imunisasi Indonesia sudah diatur dengan landasan hukum antara lain UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 dan UU Kesehatan No. 35 tahun 2009.
Imunisasi termasuk salah satu standard pelayanan yang wajib dilakukan oleh puskesmas agar dapat melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Dijelaskan, cakupan imunisasi harus tinggi dan merata, sehingga penyebaran penyakit MR dapat dikendalikan dengan pemberian imunisasi.
Menurutnya, di Kabupaten Banjar dilaksanakan imunisasi melalui kegiatan program campak Agustus 2016. Sedangkan kampanye imunisasi MR digelar pada Agustus hingga September 2018. “Vaksin MR ini adalah vaksin yang menggantikan vaksin campak pada imunisasi,” ujar Ikhwansyah. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/andre/dani)

Syaibina Senang Jadi Juara

Martapura, infoPublik – Syaibina Nur Fitriani siswi SMPN 3 Martapura tampak gembira karena berhasil menjadi yang terbaik, dalam Festival dan Lomba Seni Siswa nasional (FLS2N) Tingkat SMP se-Kabupaten Banjar 2018, katagori menyanyi solo.
Para juara Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SMP se Kabupaten Banjar 2018 menerima hadiah langsung dari Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Selasa (17/7) pagi di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banjar.
Pada FLS2N tahun ini, ada lima katagori yang dilombakan yakni, gitar solo, tari kreatif, menyanyi solo, desain poster serta lomba kreativitas music tradisional. Para peserta berasal dari 33 SMP se- Kabupaten Banjar.
Cabang lomba tari kreatif dimenangkan SMP 3 Martapura, kemudian SMPN 1 Kertak Hanyar dan juara tiga dari SMPN 2 Martapura Timur. Bidang kreatifitas musik tradisional diraih SMP Darul Hijrah, SMPN 1 Kertak Hanyar dan SMPN 3 Martapura.
Adapun lomba gitar solo diraih Muhammad Erlangga Rajasa Dayyan dari SMPN 3 Martapura, Muhammad Khairani dari SMP 5 Martapura dan Richard dari SMP Mitra Kasih. Lalu, untuk juara 1 lomba menyanyi solo adalah Syaibina Nur Fitriani dari SMPN 3 Martapura, juara 2 adalah Miranti Karina dari SMPN 1 Martapura serta pemenang ke-3 adalah Akhmad Maulana dari SMP 5 Martapura.
Sedangkan lomba desain poster dijuarai Shannon Christabel dari SMP Mitra Kasih, Ahmad Izza Azhima dari SMP Darul Hijrah Putra dan Mahyudia dari SMPN 1 Astambul. Para juara satu dari seluruh cabang lomba rencananya menjadi wakil Kabupaten Banjar mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SMP di Provinsi Kalsel 2018.
Sedangkan untuk perolehan juara 1 mendapatkan uang prestasi sebanyak Rp 750 ribu, juara II mendapatkan Rp 500 ribu dan juara III mendafatkan Rp 300 ribu.
Syaibina yang merupakan juara 1 menyanyi solo, mengaku gembira dan siap untuk tampil di kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. “Persiapan saya pastinya akan terus berlatih dan memantapkan vocal,” ujarnya, usai menerima hadiah dari wakil bupati.
Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, kesenian salah satu wahana siswa SMP mengekspresikan diri. Seni juga memiliki posisi yang strategis di dunia pendidikan. “Anak sekolah sejak dini diasah kepekaan hati nurani dan mengaktualisasikan potensi seninya, akhirnya akan memperhalus budi pekerti dan perilaku,” pungkasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Gusti Ruspan Noor menjelaskan, kegiatan FLS2N ini diselenggarakan setiap tahun untuk persiapan mengikuti FLS2N tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Tahun lalu, lomba bidang tari Kabupaten Banjar mampu menjadi yang terbaik di tijgkat provinsi dan mewakili hingga ke tingkat Nasional. “Kita mengharapkan hal serupa kontingen setelah berlaga di tingkat provinsi akan naik lagi ketingkat Nasional. Untuk itu sekolah-sekolah diminta untuk menyiapkan anak-anak yang mendapat juara di Kabupaten Banjar untuk lebih intensif lagi untuk dilatih,” ingatnya. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/andri/dani)

Banjar Raih Emas Pertama Dari Lari 800 Meter

Martapura, infoPublik – Kontingen Kabupaten Banjar yang berlaga di Kompetisi Olahraga Pelajar se-Kalimantan Selatan Tahun 2018 di Banjarmasin, meraih emas pertama dari cabang atletik nomor lari 800 meter putri. Atlit putri daerah ini atas nama Azizah, berhasil mencapai garis finish terdepan, pada Selasa (17/7), di Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Kontingen Kabupaten Banjar mengikuti 11 dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, judo, gulat, dayung, karate dan taekwondo. Selain itu juga mengikuti cabang panahan, renang, voly pasir, tinju dan senam lantai.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banjar, Rakhmat Dhany yang didampingi Kabid Olahraga Yusefrin Eldiansyah menyatakan, target pada perhelatan pelajar ini minimal meraih pisisi 3 besar dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Pihaknya optimis, karena para atlet yang diturunkan, merupakan atlet andalan daerah.
“Kita menurunkan sebanyak 67 orang atlit pelajar untuk kompetisi tahun ini. Semoga mereka bisa memberikan prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ujar Rakhmat Dhany, diiyakan Kasi Pembudayaan Olahraga Gusti Yudhi dan Kasi Peningkatan Olahraga Prestasi Rudi Sabirin
Sejumlah acabang andalan dari Kabupaten Banjar yakni, dayung, renang dan judo. Selain itu, Kabupaten Banjar juga optimis akan mendulang medali dari cabang taekwondo, voly pasir serta panahan.
“Memang cabang panahan kita baru mengikuti pada pekan olahraga daerah (POPDA) 2017 kemarin, namun insya Allah pada kompetisi olahraga pelajar daerah tahun 2018 ini atlit kita bisa berprestasi,” ujarnya Rakhmat Dhany optimis.
Pembukaan Kompetisi Olahraga Pelajar Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dibuka pada Senin (16/7) oleh Sekda Provinsi Kalsel Harris Makkie yang hadir mewakili Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, di Banjarmasin. Pelaksanaan kompetisi dijadwalkan hingga 20 Juli 2018. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/yudhy/dani)

Terus Berinovasi, Bupati Banjar Diundang Diskusi ke Singapura

Martapura, infoPublik – Kerap mendorong perkembangan inovasi pelayanan di daerahnya, Bupati Kabupaten Banjar H Khalilurrahman diundang oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang bekerjasama dengan Civil Service College Singapura, untuk berdiskusi seputar inovasi pelayanan publik.
Hanya 20 pimpinan Kabupaten dan Kota se-Indonesia yang diundang pada acara yang diselenggarakan sejak 16 hingga 19 Juli 2018 ini. Salah satunya adalah Kabupaten Banjar yang dihadiri langsung oleh Bupati H Khalilurrahman didampingi Kepala Bappelitbang Banjar Hary Supriadi serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Muhammad Hilman.
Pertemuan dan diskusi diselenggarakan di Civil Service College, 31 North Buona Vista Road, Singapore 275983. Para pemimpin daerah yang diundang, dianggap memiliki prestasi dalam upaya menyelenggarakan perubahan atau inovasi peningkatan pelayanan kepada publik.
“Acara bertajuk study visit for Indonesia mayor and regents on The Future of Governement, Innovation, and Enterprise. Ada sejumlah kegiatan antara lain pemaparan best practice oleh beberapa narasumber, diskusi dan kunjungan ke beberapa institusi di Singapura,” jelas Hary, saat mendampingi Bupati, Senin (16/7).
Kabupaten Banjar mendapat undangan karena menyelenggarakan Laboratorium Inovasi yang bekerja sama dengan LAN RI. Menurut Hary, tujuan laboratorium inovasi adalah secara terencana berupaya mendorong lahirnya inovasi-inovasi oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar dapat mempercepat capaian pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hingga kini telah terdata 206 ide inovasi dari SKPD, Badan, Kecamatan, Puskesmas dan Kelurahan pada laboratorium inovasi. “Dari 206 inovasi tersebut, sebanyak 106 inovasi telah didesain dan sebanyak 56 diantaranya telah diinplementasikan,” jelasnya.
Inovasi diharapkan terus lahir sehingga terus dipantau dan dievaluasi melalui aplikasi Inovasi Tata Pemerintahan Banjar Kreatif Unggul dan Maju atau yang disingkat dengan Intan Bakilau.
Progress sebuah inovasi jelas Hary, sejak tahapan siagnosa, desain hingga impelemntasi terus dipantau dan melahirkan pembelajaran baik atas keberhasilan. hambatan maupun kegagalannya.
Di hadapan para bupati, walikota serta LAN-RI dan pejabat Civil Service College, Singapore, Bupati Banjar H Khalilurrahman mempresentasikan tentang Eradicating Floating Toilet. Upaya Pemerintah Kabupaten Banjar mengubah budaya masyarakat untuk tak lagi buang air di sungai, demi perbaikan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.
Inovasi yang dilakukan oleh Dinas PUPR Banjar ini, sudah mendapat sejumlah apresiasi, salah satunya dari Koran Sindo News. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/dani)

Latihan Menembak Ala Awak Media

Martapura, InfoPublik – Ada kegiatan berbeda yang dilakukan oleh awak Media Center Kabupaten Banjar dan wartawan Press Room Kabupaten Banjar pada Sabtu (14/7) kemarin. Bukan meliput atau menulis berita seperti biasanya, namun mereka berkutat dengan senjata api dan menembak sasaran.
Adalah Danyonif 623/ BWU Letkol Inf. Roy Fakhrul Razi yang mengundang sejumlah awak media di Kabupaten Banjar untuk mengikuti latihan bersama, menembak di lapangan menembak Wiratama Shooting Club Yonif 623 Jalan Pangeran Muhammad Noor Sungai Ulin.
Para awak media yang biasanya berkutat dengan computer atau laptop, tampak grogi kala memegang senjatra api jenis pistol dan senjata serbu. Satu-persatu para jurnalis Kabupaten banjar, mencoba membidik sasaran dengan pengarahan langsung Danyonif 623 / BWU Inf. Roy Fakhrul Razi.
Sebelumnya beliau memberikan pengenalan singkat tentang persenjataan dan pengunaan senjata, sebelum digunakan. “Kita berharap dengan adanya Wiratama SHooting Club bisa melahirkan bibit atlet menembak daerah,” ujarnya.
Sejumlah awak media yang mencoba membidik sasaran tampak bersemangat dan tak sabar untuk segera menembak. Sejumlah kelengkapan seperti penutup telinga, wajib dipakai oleh awak media agar suara tembakan tak berpengaruh pada indera pendengaran. “Iya penutup telinga mesti dipasang, tidak boleh tidak,” jelas Ainuddin, dari Redaksi8.com.
Sedangkan Nasrullah dari Barito Post menceritakan bahwa saat menembak suaranya seperti letupan kecil saja, dan tak begitu bergetar karena telinga memakai penutup.

“Ini pengalaman pertama kali menembak, menggunakan senjata betulan,” kometar Agus Fahlevie dari Media Center Kabupaten Banjar. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/agus/dani)

TMMD Buatkan Septictank Warga

Martapura, infoPublik – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 Tahun 2018 di Kabupaten Banjar, yang dilaksanakan di Kecamatan Pengaron tak hanya membangun jalan dan jembatan, akan tetapi hingga perbaikan rumah bahkan sampai septictank.
“Kami membuatkan septic tank yang lebih standar dari sisi kesehatan. Makanya petugas harus lebih hati-hati dan teliti agar lebih baik,” kata Danki Satgas TMMD Kapten Mujiono, Sabtu (14/7), di Pengaron.
Sementara encanangan TMMD ke-102 telah dilakukan oleh Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur beserta Danrem 101/Antarasi Kolonel Inf Yudianto Putra Jaya, Danlanud Syamsudin Noor Kolonel Penerbang Ryadi Widyoko, Wakapolres Banjar Adji Lukman, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, beberapa hari lalu.
Menurut Mujiono, sasaran tambahan program TMMD Ke-102 memang bukan sekadar memperbaiki rumah yang rusak, namun bisa dibilang membangun kembali rumah tersebut. Jadi, Satgas bukan hanya membangun rumah yang layak huni, namun juga membuat sanitasi yang awalnya sangat memprihatinkan serta jauh dari standar kesehatan.
“Untuk bedah rumah, anggota dibagi dalam beberapa tugas, ada yang terus mengerjakan plesteran dinding rumah dan sebagian menggali dan mengecor septic tank,” ungkapnya.

Kapten Inf Mujiono menegaskan, pembuangan tinja perlu mendapat perhatian khusus, karena merupakan satu bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan. Keliru, mengakibatkan bibit penyakit seperti diare, muntaber, disentri, cacingan dan gatal-gatal. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/ogb/dani)

Mahmud dan Cindy, Nanang dan Galuh Intan Banjar 2018

Martapura, infoPublik – Mahmud Yunus dan Cindy Aprilia, terpilih sebagai Nanang dan Galuh Intan Kabupaten Banjar 2018. Keduanya menyisihkan tujuh pasangan lainnya pada malam Grand Final Pemilihan Nanang dan Galuh Intan Banjar Tahun 2018, di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, di Martapura Jumat (13/7) malam.
Selain diuji tentang wawasan yang luas tentang berbagai pengetahuan baik nasional maupun daerah, para peserta juga menampilkan bakat mereka di hadapan lima enam orang juri dari berbagai bidang, yang diketuai oleh Kholis Mabruri, S.I. Kom.
Mahmud Yunus berhasil mengumpulkan total nilai tertinggi yakni 88,20 sedangkan Cindy Aprilia mengumpulkan total nilai 88,34. Wakil Nanang 1 terpilih Achmad Harfan yang memperoleh total nilai 86,38 sedangkan Wakil Galuh 1 Lubna dengan total nilai 84,81.
Selanjutnya yang terpilih sebagai Wakil Nanang 2, 3 dan 4 yakni Ahmad Nasrullah, Abdul Majid dan Muhammad Arif, sedangkan Wakil Galuh 2, 3 dan 4 diraih Syarifah Nur Aisyah, Aulia Agustina dan Syarifah Risqa.
Sedangkan untuk Nanang Favorit diraih Bahrul Ilmi yang memperoleh 1.682 vote dan Galuh Favorit disandang Syarifah Risqa dengan 2.188 vote. Nanang Berbakat diraih oleh Ahmad Hilman sedangkan Galuh Berbakat disematkan kepada Hesti Oktaviana. Sementara untuk katagori Nanang Persahabatan disabet Muhammad Aminullah dan Galuh Persahabatan Gt Indriani Puspitasari.
Bupati Banjar H Khalilurrahman pada malam Grand Final Pemilihan Nanang dan Galuh Intan Banjar 2018 yang dihelat oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjar menyampaikan, Pemilihan Nanang dan Galuh Intan Banjar sebagai wadah bagi pemuda dan pemudi Kabupaten Banjar untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka.
“Nanang dan galuh yang terpilih harus benar-benar diseleksi dengan ketat, karena merupakan tolak ukur dan cerminan pemuda dan pemudi di Kabupaten Banjar,” tandas bupati yang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Hj Raudathul Wardiyah serta Sekda Banjar H Nasrunsyah.
H Khalilurrahman berpesan agar nanang dan galuh yang terpilih bisa menjaga sikap dan kepribadian, karena membawa nama baik daerah di ajang serupa di tingkat Provinsi maupun nasional. “Semoga ajang ini menjadi sebuah pelecut bagi generasi muda di Kabupaten Banjar untuk turut berprestasi dan berkontribusi bagi daerah,” imbuh mantan anggota DPR-RI ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Haris Rifani menjelaskan, bahwa nanang dan galuh Intan 2018 yang terpilih berhak menjadi duta wisata daerah, serta mewakili Kabupaten Banjar mengikuti pemilihan Nanang dan Galuh Banjar tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Disebutkan bahwa pemilihan nanang dan galuh tahun ini dengan nuansa Islami.

Sedangkan Ketua Panitia Faizal Riza Kasransyah menyebutkan, bahwa pemilihan Nanang dan Galuh Intan Kabupaten Banjar 2018 diikuti oleh 82 peserta. Mereka diseleksi pada bulan April 2018 sehingga didapat 16 orang peserta terdiri dari 8 nanag dan 8 galuh yang kemudian mengikuti proses karantina dan malam grand final. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/dani)

Bupati Pantau Pilkades Serentak 20 Desa

Martapura, infoPublik – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 20 desa di Kabupaten Banjar pada Kamis (12/7) dipantau langsung oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wakil Bupati H Saidi Mansyur. Keduanya ingin memastikan pelaksanaan Pilkades berjalan lancar, tertib dan aman.
Bupati disertai sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan kecamatan, memantau ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) antara lain di Desa Tunggul Irang Kecamatan Martapura, Desa Melayu Tengah Kecamatan Martapura Timur, Desa Sungai Rangas Ulu Kecamatan Martapura Barat, Desa Gudang Tengah dan Sei Tabuk Kota serta di Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk.
H Khalilurrahman menyatakan senang pelaksanaan pemilihan kepala desa di sejumlah TPS yang dikunjunginya berjalan lancar dan tertib. “Kita ingin memastikan, pelaksanaan pilkades bisa terlaksana dengan lancar. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik,” ujar bupati yang akrab disapa Guru Khalil ini.
Pengamanan pada pelaksanaan pemilihan kepala desa dilakukan oleh anggota dari Polres Banjar dan Kodim 1006 Martapura dan pengamanan dari masyarakat setempat.
Pemilihan kepala desa di 20 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Banjar diikuti oleh 75 calon kepala desa. Pada 2016 lalu, Kabupaten Banjar juga melaksanakan pilkades di 117 desa dan pada 2020 akan datang kembali menggelar pilkades serentak di 140 desa.
“Apapun hasilnya, para calon kepala desa yang ikut pemilihan hari ini, harus siap menerima apapun hasilnya. Mereka harus siap menerima kekahalan dan siap menerima kemenangan, karena semuanya kehendak Allah SWT,” pesan bupati.
Sedangkan Wakil Bupati H Saidi Mansyur menyarankan agar pemilihan kepala desa bisa lebih kreatif dalam menghias dan menata TPS, sehingga mengundang warga untuk berpartisipasi dalam pemilihan.

Menurutnya, bisa saja digelar hiburan yang mendidik atau disediakan hadiah doorprize bagi warga. Diyakini, dengan adanya hiburan dan hadiah sedemikian rupa, maka tingkat kehadiran pemilih akan tinggi. (MC-Kominfo-Kab.Banjar/dani)