Posts

KIM Diminta Tangkal Informasi Hoax

Martapura, infoPublik – Keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dibentuk di setiap kecamatan di Kabupaten Banjar, diharapkan mampu mendukung tersampaikannya informasi yang benar dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

KIM juga diharapkan mampu untuk menangkal beredarnya informasi-informasi hoak, sehingga masyarakat tidak termakan oleh khabar-khabar bohong yang tidak berdasar pada fakta-fakta sebenarnya. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian H Farid Soufian, saat membuka sosialisasi KIM Kabupaten Banjar, di aula Bauntung Kantor Bapelitbang Kabupaten Banjar, Senin (22/5).

Setidaknya 30 orang peserta sosialisasi yang berasal dari pengurus dan anggota KIM di Kecamatan Martapura dan Kecamatan Martapura Timur, mengikuti kegiatan yang diselenggaran oleh Dinas Kominfo Propinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Kominfotikdian Kabupaten Banjar tersebut.

KIM merupakan kelompok informasi yang dibentuk oleh masyarakat sendiri dan keberadaannya, disahkan dan dibina oleh Dinas Kominfo. KIM bisa terdiri dari orang-orang yang berprofesi sama seperti para perajin batu mulia, para pedagang, para petani dan lainnya.

Saat ini,kelompok-kelompok informasi masyarakat di Kabupaten Banjar telah terbentuk sebanyak 20 kelompok yang berperan untuk menyampaikan informasi tentang pembangunan kepada masyarakat, serta secara bersama-sama berusaha untuk mengembangkan diri agar bisa bersaing dengan daerah lain. “Pemerintah berharap keberadaan KIM di masyarakat bisa menyampaikan informasi secara bertanggung jawab,misalnya berkenaan dengan tiga layanan utama yang dicanangkan Bupati Banjar, H Khalilurrahman yakni, bidang pendidikan, kesehatan dan infra struktur,” jelas Farid, dibenarkan oleh Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Heru Pitaya.

Menurut Farid, KIM di Kabupaten Banjar mesti aktif dan kreatif dalam memanfaatkan keberadaan kelompok tersebut. Di dalam KIM, anggota diharapkan bisa berdiskusi dan mencari solusi berbagai hambatan yang dialami kelompok, serta sebagai wadah untuk membentuk jaringan ekonomi yang berdaya saing.

Sementara, narasumber sosialisasi H Slamet Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, Propinsi Kalimantan Selatan menyebutkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo No. 22 Tahun 2010 tentang pengembangan informasi sosial disebutkan, bahwa pengelolaan KIM dilakukan oleh kabupaten dan kota.

Penyebaran informasi mulai dari pemerintah pusat, propinsi hingga ke daerah diharapkan berjalan selaras. Keberadaan kelembagaan informasi sosial seperti KIM, pertunjukan rakyat serta pemantau berita diharapkan lebih berperan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. “Pesan yang disampaikan melalui media pertunjukkan rakyat seperti wayang gung, mamanda atau madihin, maka informasi yang ingin disampaikan bisa lebih mengena,” ujarnya, didampingi Kasi Pengelolaan Opini Publik Diskominfo Kalsel, Ani Rosiani. (MC-Kab.Banjar/dani)

Menkominfo: Jaga Kebhinekaan dan Kebersamaan

Kominfo– Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap Peringatan Hari Kebangkitan Nasional  (Harkitnas) dijadikan momen untuk mencari persamaan bukan perbedaan. “Kita semua berkumpul di sini untuk peringati Harkitnas ke-109. Jangan lagi mencari perbedaan tapi kita cari persamaan, ” katanya di Panggung Bangkit Indonesia, kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu (21/05/2017) pagi

Tema Peringatan Harkitnas ke-109 “Pemerataan Pembangunan Indonesia Yang Berkeadilan, Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional” diyakini Menkominfo dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan menjaga kebhinekaan.

Peringatan Harkitnas tahun ini,  menurut Menteri Rudiantara juga diharapkan mampu menjadi Kebangkitan digital. “Teknologi digital itu seperti pedang bermata dua, banyak yang dimanfaatkan utk sisi negatif, tapi kita fokus ke sisi positifnya dari sisi e-commerce, daring juga untuk aktivitas sosial,” jelasnya.

Rudiantara mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Asa ‘Afi’ Firda Inayah melalui tulisan berjudul “Warisan” yang viral dan menjadi perbincangan di media sosial. “Kita dorong konten positif di media sosial seperti yang dilakukan Afi. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Afi bisa menjadi teladan buat masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan kebhinekaan,” tambahnya.

Kemeriahan Car Free Day Panggung Bangkit Indonesia ini diselenggarakan di 4 kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Beberapa pembicara turut meramaikan Panggung Bangkit Indonesia Jakarta antara lain Pong Harjatmo,  Alamanda (Femaledev),  Miftah Sabri (selasar.com), Silvia Sumarlin (teknopreneur), Arief Widhiyasa (Agate Games), Sunil Tolani (IDAff) dan Rhein Mahatma dari (buattokoonline.id),  dan Asa ‘Afi’ Firda Inayah yang sedang perbincangan karena status spektakulernya di Facebook. (VE)