Posts

Puskesmas Martapura 1 Ujicoba Sikda Generik Bridging P-Care JKN

Martapura, InfoPublik – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus berupaya menerapkan standarisasi Sistem Informasi Kesehatan pada pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah dengan penerapan aplikasi Sikda generic Bridging P-Care Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ujicoba aplikasi tersebut dilaksanakan di Puskesmas Martapura 1, Kelurahan Tanjung Rema Darat, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Rabu (12/7). Puskesmas Martapura 1 merupakan puskesmas pertama yang menerapkan aplikasi tersebut di Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut tim IT BPJS, Lisda, yang mendampingi petugas di Puskesmas dalam melakukan ujicoba mengatakan, Sikda Generik diharapkan bisa terhubung dengan aplikasi P-care JKN, sehingga puskesmas tidak perlu lagi melakukan input ulang data pasien.
Diharapkan, dengan penggunaan sikda generic brdging P-Care JKN ini maka akan diperoleh data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat. “Ketersediaan data yang akurat tentu akan menunjang dalam pengambilan keputusan atau kebijakan bidang kesehatan di daerah,” jelasnya.
Kabupaten Banjar merupakan kabupaten yang pertama menerapkan aplikasi sikda Generik Bridging P-Care di Kalimantan Selatan. Diharapkan hal ini membawa perubahan yang besar dalam peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Banjar.
“Ini juga dapat menjadi terobosan dalam pemecahan permasalahan data kesehatan selama ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah, M.Kes, yang dibenarkan Kasi Data Infokes SDMK Nurul Pariningsih, SKM,MH.
Sedangkan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dedi Kurniadi, SKM, MM menyampaikan, penerapan Sikda Generik di Puskesmas Martapura 1, merupakan tindak lanjut dari pembelajaran ke Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.
Ke depannya direncanakan seluruh puskesmas akan menggunakan Sikda berbasis computer baik online maupun offline. “Tahun 2017 ini direncanakan dua puskesmas yang menggunakan Sikda Generik online dan tiga  puskesmas offline,” jelasnya. (MC Kab banjar/toeb)

Tim Futsal Banjar Asli Putra Daerah

Martapura, infoPublik – Tim futsal Kabupaten Banjarmasin telah memilih 20 pemain yang disiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Tabalong yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2017.
Para pemain yang dipilih yakni Otsmanusky Watyatlattau, M Zaini Aditya dan Tanang Chandra Saputra di posisi kiper.  Pada posisi anchor, ada Ahnad Julian, Gamas Ar Rasyidin, M Rafli Hadrazi, M Gafuriansyah dan Hendra Saputra.
Kemudian di posisi flank kiri-kanan, M Nauval Rizwan, M Amin Rizky, M Mida Ussyarif, Revi Ananda Surya, Try Budi Saputra, Abdul Kholik dan M Hasbi Khalik. Sedangkan posisi pivot ada Ismail, Galang Saputra, M Alfianur, M Jayadianur.
Pelatih tim futsal Kabupaten Banjar, Oki Prasetiyo, baru-baru ini, mengatakan, para pemain tersebut merupakan asli putra daerah setempat.
Mereka dipanggil pada seleksi pembentukan tim futsal Kabupaten Banjar yang dilaksanakan oleh Asosiasi Futsal Daerah Kabupaten Banjar, selama empat hari pada bulan Mei 2017 lalu di Lapangan Futsal Pondok Lima Banjarbaru.
Mereka nanti akan mengikuti program yang akan dilaksanakan setelah lebaran. “Ke-20 pemain ini nanti akan kami ciutkan kembali menjadi 16 pemain sesuai regulasi panitia Porprov X Tabalong,” kata pelatih futsal pemegang Lisensi AFC 1 tersebut.
Ditanya soal target, Oki mengatakan target tim futsal Kab Banjar masuk semifinal. “Di Kejurprov Futsal 2016 kita masuk semifinal. Kami semifinal dulu setelah itu baru berpikir lagi,” kata Oki. (MC-Kab.Banjar/bpbur/dani/eyv)

KIM Diminta Tangkal Informasi Hoax

Martapura, infoPublik – Keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dibentuk di setiap kecamatan di Kabupaten Banjar, diharapkan mampu mendukung tersampaikannya informasi yang benar dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

KIM juga diharapkan mampu untuk menangkal beredarnya informasi-informasi hoak, sehingga masyarakat tidak termakan oleh khabar-khabar bohong yang tidak berdasar pada fakta-fakta sebenarnya. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian H Farid Soufian, saat membuka sosialisasi KIM Kabupaten Banjar, di aula Bauntung Kantor Bapelitbang Kabupaten Banjar, Senin (22/5).

Setidaknya 30 orang peserta sosialisasi yang berasal dari pengurus dan anggota KIM di Kecamatan Martapura dan Kecamatan Martapura Timur, mengikuti kegiatan yang diselenggaran oleh Dinas Kominfo Propinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Kominfotikdian Kabupaten Banjar tersebut.

KIM merupakan kelompok informasi yang dibentuk oleh masyarakat sendiri dan keberadaannya, disahkan dan dibina oleh Dinas Kominfo. KIM bisa terdiri dari orang-orang yang berprofesi sama seperti para perajin batu mulia, para pedagang, para petani dan lainnya.

Saat ini,kelompok-kelompok informasi masyarakat di Kabupaten Banjar telah terbentuk sebanyak 20 kelompok yang berperan untuk menyampaikan informasi tentang pembangunan kepada masyarakat, serta secara bersama-sama berusaha untuk mengembangkan diri agar bisa bersaing dengan daerah lain. “Pemerintah berharap keberadaan KIM di masyarakat bisa menyampaikan informasi secara bertanggung jawab,misalnya berkenaan dengan tiga layanan utama yang dicanangkan Bupati Banjar, H Khalilurrahman yakni, bidang pendidikan, kesehatan dan infra struktur,” jelas Farid, dibenarkan oleh Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Heru Pitaya.

Menurut Farid, KIM di Kabupaten Banjar mesti aktif dan kreatif dalam memanfaatkan keberadaan kelompok tersebut. Di dalam KIM, anggota diharapkan bisa berdiskusi dan mencari solusi berbagai hambatan yang dialami kelompok, serta sebagai wadah untuk membentuk jaringan ekonomi yang berdaya saing.

Sementara, narasumber sosialisasi H Slamet Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, Propinsi Kalimantan Selatan menyebutkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo No. 22 Tahun 2010 tentang pengembangan informasi sosial disebutkan, bahwa pengelolaan KIM dilakukan oleh kabupaten dan kota.

Penyebaran informasi mulai dari pemerintah pusat, propinsi hingga ke daerah diharapkan berjalan selaras. Keberadaan kelembagaan informasi sosial seperti KIM, pertunjukan rakyat serta pemantau berita diharapkan lebih berperan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. “Pesan yang disampaikan melalui media pertunjukkan rakyat seperti wayang gung, mamanda atau madihin, maka informasi yang ingin disampaikan bisa lebih mengena,” ujarnya, didampingi Kasi Pengelolaan Opini Publik Diskominfo Kalsel, Ani Rosiani. (MC-Kab.Banjar/dani)

Menkominfo: Jaga Kebhinekaan dan Kebersamaan

Kominfo– Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap Peringatan Hari Kebangkitan Nasional  (Harkitnas) dijadikan momen untuk mencari persamaan bukan perbedaan. “Kita semua berkumpul di sini untuk peringati Harkitnas ke-109. Jangan lagi mencari perbedaan tapi kita cari persamaan, ” katanya di Panggung Bangkit Indonesia, kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu (21/05/2017) pagi

Tema Peringatan Harkitnas ke-109 “Pemerataan Pembangunan Indonesia Yang Berkeadilan, Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional” diyakini Menkominfo dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan menjaga kebhinekaan.

Peringatan Harkitnas tahun ini,  menurut Menteri Rudiantara juga diharapkan mampu menjadi Kebangkitan digital. “Teknologi digital itu seperti pedang bermata dua, banyak yang dimanfaatkan utk sisi negatif, tapi kita fokus ke sisi positifnya dari sisi e-commerce, daring juga untuk aktivitas sosial,” jelasnya.

Rudiantara mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Asa ‘Afi’ Firda Inayah melalui tulisan berjudul “Warisan” yang viral dan menjadi perbincangan di media sosial. “Kita dorong konten positif di media sosial seperti yang dilakukan Afi. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Afi bisa menjadi teladan buat masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan kebhinekaan,” tambahnya.

Kemeriahan Car Free Day Panggung Bangkit Indonesia ini diselenggarakan di 4 kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Beberapa pembicara turut meramaikan Panggung Bangkit Indonesia Jakarta antara lain Pong Harjatmo,  Alamanda (Femaledev),  Miftah Sabri (selasar.com), Silvia Sumarlin (teknopreneur), Arief Widhiyasa (Agate Games), Sunil Tolani (IDAff) dan Rhein Mahatma dari (buattokoonline.id),  dan Asa ‘Afi’ Firda Inayah yang sedang perbincangan karena status spektakulernya di Facebook. (VE)

Siaga Kesehatan Ramadniya Intan Lancar

Martapura, InfoPublik – Pelaksanaan posko kesehatan Ramadniya Intan 2017 di Kabupaten Banjar terlaksana dengan lancar. Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang diberi tugas untuk turut membantu dalam hal penanganan kesehatan bagi pengguna jalan raya, tak mengalami kendala berarti.
Guna membantu para pengguna jalan khususnya pemudik momen Hari Raya Idul Fitri 1438 hijriah, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar turut serta berpartisipasi dalam pengamanan khususnya di bidang pelayanan kesehatan.
Para petugas kesehatan di posko Kesehatan Ramadniya Intan 2017 banyak memberi bantuan pelayanan medis, antara lain pemberian obat-obatan, cek kesehatan pemudik seperti tensi darah. Juga beberapa kali melakukan penanganan dan perawatan luka akibat laka lantas pemudik, hingga melakukan rujukan pasien ke rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah, M.Kes, melalui Kepala Seksi Bantu Pelayanan Primer dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Subhan, SKep. MM, menjelaskan, pada tahun ini para petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar  tersebar di  tiga Posko Terpadu Ramadniya Intan 2017.
“Para petugas baik dari dinas kesehatan maupun dari puskesmas, bertugas sejak H-7 hingga H+7 lebaran,” jelasnya, Senin (3/7).
Tiga Posko Terpadu Radmianiya 2017 tersebut lanjut Subhan, terdapat di Jalan Ahmad Yani kilometer  7 Kecamatan Kertak Hanyar, di Jalan Ahmad Yani kilometer 40 Martapura Kota dan di Jalan Ahmad Yani  kilometer   76 Kecamatan Simpang Empat.
Untuk posko terpadu di kilometer 7 Kertak Hanyar para petugas yang dilibatkan adalah dari  Puskesmas Kertak Hanyar, Puskesmas Gambut dan Puskesmas Tatah Makmur. Sedangkan untuk posko terpadu di Jalan Ahmad Yani kilometer 40 Martapura, menurunkan personel dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bannjar, Puksesmas Martapura 1 dan Puskesmas Martapura 2.
Sedangkan petugas kesehatan dari Puskesmas Simpang Empat 1, Simpang Empat 2 dan Puskesmas Mataraman, kami minta untuk membantu di posko terpadu Radmaniya 2017 Jalan Ahmad Yani kilometer  73.
Pada setiap Posko Kesehatan Terpadu para petugas melakukan piket jaga terbagi tiga  shift  yang terdiri dari dua orang petugas pada setiap shift. Mereka dilengkapi dengan peralatan medis kegawat daruratan, oksigen, obat-obatan dan siaga mobil ambulan. (MC-Kab.Banjar/beë/0617/toeb)