Bupati Banjar Studi Pengelolaan Pasar Tradisional Ke Pemerintah Kota Surakarta

Surakarta, InfoPublik – Pengelolaan pasar menjadi bagian penting dari komitmen Kepala Daerah, DPRD, UPTD, dan para pedagang sebagai pelaku usaha. Guna meningkatkan kualitas dan pengelolaan pasar, Pemerintah Kabupaten Banjar melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Surakarta terkait tata kelola dan pengembangan pasar tradisional.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Banjar yang dipimpin Bupati Banjar H. Khalilurrahman didampingi Ketua TP PKK Hj. Raudhatul Wardiyah, Dewan Pengawas PD. Pasar Bauntung Batuah sekaligus sebagai kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Dr. Ir. H. M. Farid Sofian, MS, Direktur PD. Pasar Bauntung Batuah Rusdiasyah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati disambut oleh wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi bersama jajarannya di Balai Kota Surakarta, pada Jum’at (27/12/2019).
H Khalilurrahman mengucapkan terima kasih karena disambut dengan baik oleh Pemerintah Kota Surakarta dan mengaku sangat terkesan dengan program dan kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Surakarta terutama dalam pengelolaan pasar tradisional.
“Kita berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah menerima dengan baik kunjungan kerja dari pemerintah Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Dia juga menuturkan harapannya terkait kunjungan kerja ini sehingga diperoleh informasi yang aplikatif bagi Pemerintah kabupaten Banjar.
“Kita menggali banyak informasi tentang pengelolaan pasar seperti E-Retribusi yang harapannya dapat kita terapkan di daerah kita, kita bisa membandingkan dan meniru dari apa yang telah diprogramkan oleh Pemerintah Kota Surakarta,” pungkasnya.
Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo juga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa saling berbagi informasi dan bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar.
“Bersyukur bisa saling berkunjung, pemerintah kabupaten banjar dapat berkunjung ke Kota Surakarta, Harapan kami kunjungan ini tidak hanya sekedar kunjungan namun yang paling penting ada kelanjutannya, saling berbagi informasi dan pengetahuan, semoga kedepannya kerja sama antara pemerintah Kabupaten Banjar dan Surakarta terjalin dengan baik,” tuturnya.
Pasar selain sebagai jantung perekonomian masyarakat, juga potensial menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, pihak terkait perlu mempelajari bagaimana penataan pasar, karena meskipun berpeluang sebagai andalan dalam PAD, pasar juga menyimpan potensi masalah jika tidak dikelola dengan benar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunardi dalam paparannya menjelaskan tentang pengelolaan pasar tradisional di Surakarta. selama ini image Kondisi pasar tradisional kotor, pengap, penataan dengan sembarang, bahkan sarana transportasi menuju pasar juga terkadang sangat terbatas. Kemudian pasar modern mulai bermunculan, konsumen mulai beralih, dan pada saat itu baru tersadar pasar tradisional semakin tertinggal. Namun akhirnya pasar tradisional di Surakarta mulai dikelola dengan baik ketika Bapak Jokowi (Presiden RI sekarang) masih menjabat sebagai walikota Solo.
Sejak tahun 2005 pasar tradisional mulai dikelola dengan terstruktur dan optimal, di mana munculnya pasar modern menuntut kita untuk berperan lebih aktif lagi agar pasar rakyat atau pasar tradisional tidak ditinggalkan oleh konsumen,” jelasnya.
Ada beberapa inovasi yang dibuat oleh Pemerintah Kota Surakarta terkait dengan pengelolaan pasar tradisional, di antaranya revitalisasi pasar, kemudian penataan PKL, dan yang terakhir adalah E-Retribusi.
“Dulu retribusi dibayar langsung ke petugas, sekarang sudah menggunakan pelayanan elektronik yaitu dengan menggunakan kartu, kartunya ditempel untuk scanning, dan pedagang tinggal membayar sesuai dengan peraturan yang berlaku melalui aplikasi tersebut. E-Retribusi ini berlaku sejak tahun 2017 dengan target kami 44 pasar yang ada di Surakarta menerapkan E-Retribusi. Terkait E-Retribusi telah terjalin kerja sama dengan bank sehingga langsung masuk ke rekening bank dan transfer ke kas daerah, di mana manfaatnya yaitu transparansi pengelolaan badan dan menjaga kepercayaan masyarakat,” paparnya.
Bupati Banjar H. Khalilurrahman beserta rombongan juga menyempatkan melihat langsung kondisi Pasar Klewer saat ini, dengan fasilitas seperti Lift dan eksalator membuat pasar Tradisional di Kota Surakarta ini sama seperti pasar-pasar modern yang memberikan kenyamanan para pengunjung. (MC Kominfo Kab. Banjar/Mey/Hendy)

Source:: Media Center