Kick Off Bongkar Jamban Terapung

Martapura,InfoPublik – Mensukseskan visi misi Bupati Banjar, H Khalilurrahman yakni membongkar seribu jamban apung dimasa kepemimpinannya, Pemkab Banjar melalui Dinas PUPR Kabupaten Banjar menggalakan Kick Off Pembongkaran Jamban Terapung 2019, sekaligus launching Gerakan Bersama Realisasi Akses Sanitasi, kegiatan digelar di Masjid At Taqwa Pekauman Martapura Timur, Kamis (13/4) pagi.
Dihadiri Kapolres Banjar, AKBP Takdir Matanette, Kajari Banjar, Muji Martopo, Kasdim 1006 Martapura, Kepala SKPD Pemkab Banjar, Para Camat, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat.
Bupati Banjar, H Khalilurrahman mengatakan, Kabupaten Banjar adalah daerah yang sebagian besar masyarakatnya bermukim di bantaran sungai dan memanfaatkan sungai untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci dan buang air besar menggunakan jamban terapung.
Kegiatan-kegiatan tersebut mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai menjadi tercemar oleh tinja yang mengandung berbagai macam bakteri dan virus penyebab penyakit-panyakit yang menular lewat air, sehingga dapat menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, M Hilman mengatakan, Kick Off Pembongkaran Jamban Terapung Tahun 2019 merupakan kelanjutan kegiatan pembongkaran jamban terapung tahun 2018 dari rangkaian dari Program Penghapusan seribu buah Jamban Terapung Pemkab Banjar tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.
Gebrak’s atau Gerakan Bersama Realisasi Akses Sanitasi merupakan beberapa paket kebijakan penuntasan layanan air limbah menyeluruh dan berkelanjutan yang disusun melalui pendampingan Tim USDP (Urban Sanitation Developmen Program) Bappenas.
Ditujukan untuk meningkatkan layanan air limbah berupa Sistem Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) berbiaya murah bagi masyarakat yang bermukim di daerah bantaran sungai, pelibatan BUMDES, Koperasi Pegawai dengan sasaran juga diperlebar kepada ASN di daerah perkotaan.
Sampai tahun 2018, Dinas PUPR Kabupaten Banjar bersama dengan Pemerintah Desa serta partisipasi warga masyarakat secara mandiri sudah membongkar jamban apung sejumlah 294 buah. Dalam mendukung program penghapusan jamban terapung dan sesuai misi meningkatkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan, pada tahun 2018 telah dilaksanakan beberapa kegiatan.
Hilman menyebutkan, pembangunan Septictank Individual sebanyak 839 unit melalui DAK Sanitasi Penugasan, 392 unit melalui APBD Kabupaten sehingga total 1231 buah. Pembangunan Septictank Individual beserta bilik WC sebanyak 31 unit melalui Kegiatan DPUPR Provinsi Kalsel.
Pembangunan bilik WC melalui sharing Dana Desa sejumlah 1.139 buah. Pembangunan bilik WC untuk masyarakat yang belum memiliki melalui sharing dana desa dan APBD Kabupaten. Pembangunan MCK Komunal dua buah.
Melalui proses panjang mulai dari identifikasi, sosialisasi, surat pernyataan warga yang menerima manfaat serta rapat koordinasi dengan aparatur desa maka pada tahun 2019 ini ditargetkan sekitar 270 jamban apung akan dibongkar.
Adapun kegiatan dan lokasi berada di empat Kecamatan dan di 21 kelurahan dan desa. Terdiri dari Kecamatan Martapura sebanyak 61 jambang yakni Kelurahan Murungkeraton sebanyak 10 jamban, Murungkenang sebanyak 11 jamban, Tambakbaru sebanyak 10 jamban apung, Tambakbaru Ilir sebanyak 16 jamban apung, dan di Tambakbaru Ulu sebanyak 14 jamban.
Kecamatan Martapuratimur sebanyak 140 jamban, terdiri dari Tambakanyar Ulu 15 jamban, Antasansenor 17 buah, Antasansenor ilir 20 jamban, Tambakanyar sebanyak 10 jamban, Tambakanyar Ilir sebanyak 10, Pekauman ada 8 jamban, Melayu ada 12 jamban, Melayuilir ada 8 jamban, Dalampagar ada 15 jamban, Dalampagar Ulu ada empat jamban, Keramat ada tujuh jamban, Keramatbaru ada 14 jamban.
Kecamatan Martapura Barat total ada 47 jamban apung, di Telukselong sebanyak tujuh jamban, Tangkas ada 19 jamban dan Kelilingbenteng Ulu ada 21 jamban. Kecamatan Sungaitabuk di Desa Kelilingbenteng Ilir ada 22 jamban.
“Kegiatan-kegiatan ini akan terus berlanjut, sehingga target penghapusan seribu jamban terapung dapat terpenuhi dan diharapkan masyarakat dapat merubah kebiasaannya dan tidak menggunakan jamban terapung lagi,” imbuh Hilman.
Hilman pun berharap, para SKPD, camat, lurah atau pembakal dapat memberikan bantuan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Dinas PUPR Banjar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan membantu kelancaran kegiatan ini, semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan mengharapkan masyarakat untuk bisa merubah kebiasaan agar tidak menggunakan jamban terapung. (MC-Kominfo-Kab. Banjar/Rzq/Ags/Prs/Man/Dessy).

Source:: Media Center